Press "Enter" to skip to content

Jelang Minggu Migran, Stella Maris Batam: Di Balik Setiap Pekerja Migran, Ada Martabat yang Harus Dijaga

Share this:

Di balik kapal-kapal yang menghubungkan berbagai negara dan menggerakkan perdagangan dunia, terdapat para pekerja yang menjalani hidup jauh dari keluarga. ABK dan Awak Kapal Perikanan (AKP) berlayar dalam waktu yang panjang, menghadapi cuaca, risiko keselamatan, kelelahan, serta kerinduan akan keluarga di tanah air.

Bagi Stella Maris, mereka bukan sekadar tenaga kerja dalam industri maritim. Mereka adalah manusia dengan martabat, hak, keluarga, harapan, dan kerinduan untuk bekerja dengan aman serta kembali ke rumah dengan selamat.

Dalam rangka memperingati Hari Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026, Stella Maris Batam akan menyelenggarakan Seminar Internasional dan Misa Hari Minggu Migran dan Pengungsi 2026 pada Minggu, 20 September 2026, di Pacific Palace Hotel, Batam.

Mengangkat tema “Dari Kerentanan Menuju Martabat: Mewujudkan Migrasi yang Aman dan Teratur”, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara Gereja, pemerintah, organisasi internasional, akademisi, organisasi pekerja, pelaku industri, dan masyarakat sipil untuk melihat persoalan migrasi dari perspektif kemanusiaan dan perlindungan martabat manusia.

Seminar secara khusus akan membahas persoalan yang dihadapi ABK/AKP, antara lain tata kelola perekrutan dan penempatan, kompleksitas regulasi dan kewenangan, struktur biaya (cost structure), risiko eksploitasi dan perdagangan orang, serta penguatan kolaborasi lintas lembaga melalui gagasan Port Welfare Committee di Batam.

Seminar akan menghadirkan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Drs. Mukhtarudin dan Uskup Pangkalpinang Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko, OFM sebagai keynote speaker. Turut hadir Mgr. Siprianus Hormat, Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, Migran dan Perantau (KKP-PMP) KWI, serta para narasumber dari pemerintah, DPR RI, ILO, IOM, akademisi, Migrant CARE, organisasi pekerja, dan pelaku industri. Diskusi akan dimoderatori oleh Riri Siti O. Malikah, Vice President, Services & Products, Asia, The Centre for Child Rights and Business.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Misa Hari Minggu Migran dan Pengungsi, yang akan dipimpin oleh Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko, OFM, bersama Mgr. Siprianus Hormat dan para imam di Kevikepan Kepri.

Melalui kegiatan ini, Stella Maris Batam mengajak umat dan seluruh masyarakat untuk tidak hanya melihat migrasi sebagai persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan, tetapi sebagai panggilan untuk hadir, mendampingi, melindungi, dan menghormati martabat setiap manusia yang berada dalam perjalanan migrasi.

“Mereka yang bekerja jauh di laut untuk menghidupi keluarga dan turut menggerakkan kehidupan kita, juga membutuhkan perhatian, perlindungan, dan solidaritas kita.” ungkap Ansensius Guntur CS atau Romo Yance, Direktur Stella Maris Batam.*

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *