Press "Enter" to skip to content

Pemuda Katolik Jabar Audiensi dengan KPU Jabar, Dorong Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Demokrasi

Share this:

KATOLIKTIMES.COM – Bandung, 1 April 2026 – Pemuda Katolik Jabar melakukan audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pendidikan pemilih dan partisipasi demokrasi.

Rombongan diterima Komisioner KPU Jabar Hedi Ardia didampingi Kabag Teknis Penyelenggara, Sophia Kurniasari Purba serta jajaran dalam dialog konstruktif yang membahas kondisi kepemiluan, strategi sosialisasi, serta tantangan partisipasi pemilih di Jawa Barat.

Berdasarkan data Pemilu 2024, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, dengan ±35,7 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan tingkat partisipasi sekitar 82–84%, menunjukkan tingginya keterlibatan masyarakat namun tetap menyisakan tantangan pada kualitas partisipasi, khususnya di kalangan pemuda.

Ketua Pemuda Katolik Jabar, Alfian Syukur, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendorong literasi demokrasi di kalangan pemuda dan komunitas basis.

“Kami ingin mengambil peran sebagai penggerak literasi demokrasi, memastikan generasi muda tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga memahami pentingnya suara mereka dalam menentukan arah bangsa,” tegas Alfian.

Secara kelembagaan, Pemuda Katolik Jabar memiliki 15 Komcab definitif dengan 245 kader tersertifikasi, serta telah terlibat aktif dalam program pendidikan pemilu di tingkat provinsi maupun di daerah seperti Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi.

KPU Jabar menyambut baik peran Pemuda Katolik sebagai mitra strategis. Hedi Ardia menekankan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari tingkat kehadiran, tetapi juga pemahaman pemilih terhadap proses demokrasi.

Baca juga: Bernardino, Ketua Panitia Dialog Lintas Iman Batam: Tokoh Agama Adalah Benteng Pertama Lawan Perdagangan Orang

“Partisipasi pemilih yang berkualitas tidak hanya diukur dari angka kehadiran, tetapi juga dari tingkat pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi. Kolaborasi dengan pemuda menjadi kunci dalam membangun pemilih yang cerdas dan kritis,” ungkap Hedi.

Audiensi juga menyoroti tantangan era digital, terutama hoaks dan disinformasi. Menanggapi hal tersebut, Alfian menyatakan kesiapan memperkuat edukasi publik dan kampanye digital positif.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak menjajaki kerja sama formal melalui MoU yang mencakup pendidikan pemilih, sosialisasi kepemiluan, dan peningkatan partisipasi generasi muda.

Dengan kolaborasi ini, Pemuda Katolik dan KPU Jabar diharapkan mampu mendorong demokrasi Jawa Barat yang lebih inklusif, partisipatif, dan berintegritas.

Turut hadir jajaran pengurus Pemuda Katolik Jabar yaitu Sekretaris Boy Fernando Lumban Raja, Bendahara Oktavianus Mema, Wakabid OKP dan Hubungan Antar Lembaga Ferdynand Januar Ignatius serta Wakabid Riset Advokasi dan Bantuan Hukum Benny Hamonangan Sitanggang, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kabupaten Cianjur, Andreas Sihaloho.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *