CIREBON – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat menyatakan kesiapan melaksanakan Gerakan Ekologis untuk Jawa Barat Asri: Penanaman 500 Pohon Mangrove di kawasan Permukiman Nelayan, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Cirebon, yang akan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026.
Mengusung tema “Laudato Si’: Gerakan Pemuda Katolik Komda Jawa Barat untuk Bumi yang Lestari dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Pemuda Katolik dalam menerjemahkan kepedulian terhadap lingkungan ke dalam aksi konkret.
Ketua Pelaksana kegiatan, Nikodemus, mengatakan bahwa seluruh persiapan kegiatan saat ini terus dimatangkan. Koordinasi dengan berbagai pihak, kesiapan lokasi, peserta, kebutuhan teknis penanaman, hingga rangkaian kegiatan telah dipersiapkan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik.
“Kami siap melaksanakan kegiatan ini. Penanaman 500 mangrove bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran ekologis, khususnya di kalangan generasi muda. Kami ingin menanam bukan hanya pohon, tetapi juga kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama,” ujar Nikodemus.
Menurut Nikodemus, semangat tersebut sejalan dengan pesan ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan oleh Paus Fransiskus pada 2015. Laudato Si’ mengajak manusia untuk melihat bumi sebagai rumah bersama yang harus dirawat, sekaligus mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan manusia, terutama kelompok masyarakat yang paling rentan.
Karena itu, bagi Pemuda Katolik, gerakan ekologis bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab sosial.
“Dalam semangat Laudato Si’, kita dipanggil untuk merawat keutuhan ciptaan. Kerusakan lingkungan pada akhirnya juga menjadi persoalan kemanusiaan. Karena itu, sebagai orang muda Katolik, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai kepedulian terhadap lingkungan, tetapi harus berani hadir dan melakukan tindakan nyata,” tegas Nikodemus.
Bagian dari Misi Gereja
Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Alfian Syukur, menegaskan bahwa gerakan ekologis tersebut merupakan bagian dari upaya Pemuda Katolik menjalankan misi Gereja di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Gereja tidak hanya diwujudkan dalam kehidupan spiritual, tetapi juga melalui keberpihakan dan kepedulian terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan lingkungan hidup.
“Gerakan ekologis ini merupakan bagian dari cara kita menjalankan misi Gereja di tengah masyarakat. Semangat Laudato Si’ mengingatkan kita bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus kita rawat. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan iman dan diwujudkan melalui tindakan konkret,” kata Alfian Syukur.
Alfian mengatakan, Pemuda Katolik ingin mendorong agar generasi muda tidak menjadi penonton dalam menghadapi persoalan ekologis. Anak muda harus mengambil bagian dalam membangun budaya merawat lingkungan dan mengembangkan kesadaran bahwa keberlanjutan bumi merupakan tanggung jawab lintas generasi.
“Kami ingin gerakan ini menjadi ruang bagi orang muda untuk belajar bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari panggilan kita sebagai manusia dan sebagai umat beriman. 500 mangrove yang kita tanam mungkin terlihat sederhana, tetapi dari tindakan sederhana inilah kita membangun gerakan yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi antara Pemuda Katolik, masyarakat pesisir, komunitas, pemerintah, Gereja, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Menanam Mangrove, Menanam Harapan
Pemilihan kawasan pesisir Cirebon sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian penting dari gerakan ini. Mangrove memiliki fungsi ekologis yang strategis dalam menjaga ekosistem pesisir dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada lingkungan pesisir.
Pemuda Katolik Komda Jawa Barat berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman. Lebih dari itu, diperlukan komitmen bersama untuk merawat dan memastikan keberlangsungan pohon-pohon yang telah ditanam.
“Ukuran keberhasilan kegiatan ini bukan hanya berapa banyak mangrove yang berhasil ditanam pada 13 September nanti, tetapi sejauh mana kita mampu menjaga dan merawatnya setelah kegiatan selesai. Karena semangat Laudato Si’ adalah sebuah gerakan berkelanjutan, bukan aksi sesaat,” kata Nikodemus.
Gerakan Ekologis untuk Jawa Barat Asri diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemuda Katolik Komda Jawa Barat juga mengajak semakin banyak orang muda untuk terlibat dalam gerakan ekologis dan mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan bumi.
Pada akhirnya, penanaman 500 pohon mangrove di Cirebon bukan sekadar tentang menanam pohon, tetapi tentang menanam harapan, membangun kesadaran, dan menghadirkan tindakan nyata dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.
“Laudato Si’ harus kita hadirkan dalam tindakan. Mari kita rawat bumi, bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” tutup Alfian Syukur.






Be First to Comment