Press "Enter" to skip to content

Potret Paroki dalam Pendekatan Visi Gereja Asia (AsIPA)

Share this:

Dalam perjalanan eklesiologis dan karya pastoral, Gereja senantiasa dipanggil untuk bertumbuh dari model yang berpusat pada klerus (clery-centered) menuju Gereja yang partisipatif. Konferensi Para Uskup Asia (FABC) melalui AsIPA (Asian Integral Pastoral Approach) menegaskan visi “Cara Baru Menggereja” (A New Way of Being Church), yaitu mewujudkan Gereja sebagai Persekutuan Komunitas-Komunitas (Communion of Communities).

Untuk memahami dinamika perkembangan tersebut, berikut dijelaskan 5 Tahap Pertumbuhan Gereja:

1. Provided Church (Gereja yang Menyediakan)

Model Gereja pada tahap ini sangat bergantung pada Imam/Pastor (Priest-Centered). Pastor menjadi fokus utama, pelaku tunggal, sekaligus penentu keberjalanan pastoral paroki. Jika terjadi masalah, segala sesuatu sulit dipecahkan kecuali Pastor hadir.

Perspektif AsIPA: Umat pada tahap ini cenderung pasif dan hanya menjadi “penerima pelayanan”. AsIPA hadir untuk mengubah pola pikir ini agar umat menyadari keterlibatan dan tanggung jawab bersama berkat sakramen Baptis.

2. Church of Helpers (Gereja para Pelayan)

Beberapa umat mulai terlibat aktif membantu tugas pastor. Telah terbentuk struktur seperti Dewan Pastoral Paroki (DPP), seksi-seksi, biarawan/biarawati, katekis, serta aktivis paroki.

Perspektif AsIPA: Meskipun keterlibatan umat meningkat, peran awam sering kali masih dipandang sebatas “pembantu/perpanjangan tangan” hirarki. AsIPA menegaskan bahwa awam bukan sekadar pembantu, melainkan rekan kerja yang sama-sama bertanggung jawab atas misi Kristus.

3. Awakening Church (Gereja yang Bangkit)

Muncul kesadaran dan pertanyaan-pertanyaan mendasar di kalangan umat: “Siapa sebenarnya Gereja itu? Apa peran saya? Kenapa kita harus terlibat? Bagaimana mengaplikasikan iman dalam hidup sehari-hari?”

Perspektif AsIPA: Tahap ini menandai kebangkitan kesadaran (awareness). Banyak komunitas atau kelompok doa mulai bertumbuh, tetapi masih terpisah-pisah dan berjalan sendiri-sendiri. Di sinilah metode Sharing Injil dan program penyadaran AsIPA berperan menuntun umat menemukan keterkaitan antara Sabda Allah dan realitas hidup harian.

4. Church of Disciples (Gereja para Murid)

Keaktifan umat tidak lagi didasari oleh dorongan figur pastor semata, melainkan dari hasil refleksi dan kesadaran akan komitmen baptis serta panggilan sebagai murid Kristus. Umat menyadari bahwa menjadi Kristen menuntut keterlibatan aktif dalam kehidupan dan misi Gereja.

Perspektif AsIPA: Dalam modul-modul pelatihan kepemimpinan AsIPA (Modul D, E, dan F), fokus utamanya adalah membentuk spiritualitas hamba dan murid. Umat dilatih untuk melayani secara tim dan saling memberdayakan dalam semangat Kristus.

5. Communion of Communities (Persekutuan Komunitas-Komunitas)

Paroki menjadi persekutuan nyata dari Komunitas-Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Semua terhubung satu sama lain dan tidak terpisah-pisah. Empat ciri utama KBG terwujud:

  • Berpusat pada Kristus (Sharing Injil).

  • Berbasiskan ketetanggaan/lingkungan geografis.

  • Melaksanakan misi dan perutusan Kristus bersama-sama.

  • Terhubung dan tidak terpisah dari Paroki/Gereja Universal.

Perspektif AsIPA: Inilah puncak visi Cara Baru Menggereja. DPP dan seksi-seksinya berfungsi sebagai pemberdaya, animator, dan fasilitator bagi komunitas-komunitas basis. Seluruh umat terlibat aktif mewujudkan Kerajaan Allah di tengah masyarakat.
 
Pertumbuhan Gereja dari tahap 1 (Provided Church) hingga tahap 5 (Communion of Communities) membutuhkan proses transformasi sikap, metode, dan kepemimpinan. Dengan menerapkan modul-modul AsIPA (Sharing Injil 7 Langkah (Modul A), KBG (Modul B), Gereja Partisipatif (Modul C), dan Pelatihan Pemimpin Animator (Modul D)), paroki dibantu bertumbuh menjadi Gereja yang dicita-citakan para Bapa Gereja Asia, Gereja Partisipatif, Persekutuan Komunitas-komunitas.

*Disarikan dari Modul-modul Pemberdayaan Umat AsIPA (Asian Integral Pastoral Approach) oleh Cosmas Eko Suharyanto, Fasilitator AsIPA Paroki MAG Batam.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *