Batam, Kepulauan Riau – Sebuah inisiatif digital bernuansa iman dan sejarah resmi hadir melalui peluncuran website Maria di Atas Perahu yang dapat diakses melalui https://www.mariadiatasperahu.my.id/. Website ini menjadi ruang dokumentasi sekaligus refleksi iman atas kisah para pengungsi Vietnam (Boat People) yang pernah tinggal di Pulau Galang.
Website ini digagas sebagai media untuk menghidupkan kembali memori sejarah kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Pulau Galang, yang pada periode 1979–1996 menjadi tempat penampungan ribuan pengungsi Vietnam di bawah koordinasi United Nations High Commissioner for Refugees. Terlebih dari web ini, pembaca dapat merasakan suasana tragis kisah manusia sekaligus harapan akan pertolongan Tuhan dalam setiap perjalanan umat manusia.
Mengusung nama Maria di Atas Perahu, website ini terinspirasi dari devosi umat Katolik kepada Bunda Maria yang diyakini senantiasa menyertai perjalanan hidup, termasuk dalam situasi sulit seperti yang dialami para pengungsi di tengah laut.
Mengangkat Kisah Iman dan Harapan
Website ini tidak hanya menampilkan narasi sejarah, tetapi juga menyajikan kisah-kisah iman, kesaksian hidup, serta refleksi spiritual para pengungsi yang menghadapi penderitaan, ketidakpastian, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Pengunjung dapat menemukan berbagai artikel yang mengangkat: Kisah nyata para Boat People di Pulau Galang, Peran Gereja Katolik dalam mendampingi pengungsi, Sosok-sosok inspiratif yang terlibat dalam pelayanan kemanusiaan, Refleksi iman yang relevan bagi kehidupan masa kini.
Selain itu, website ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah kemanusiaan yang pernah terjadi di Indonesia.
Peran Gereja dalam Misi Kemanusiaan
Dalam perjalanan sejarah pengungsi Vietnam di Galang, Gereja Katolik memainkan peran penting dalam memberikan pendampingan rohani dan bantuan kemanusiaan. Kehadiran para imam, biarawan-biarawati, serta relawan menjadi tanda nyata kasih Kristus di tengah penderitaan. Setidaknya beberapa lembaga Gereja yang terlibat adalah Keuskupan Pangkalpinang, Jesuit Refugee Service, Yayasan Cipta Karya, dan beberapa organisasi Katolik Internasional.
Website Maria di Atas Perahu berupaya mendokumentasikan peran tersebut sebagai bagian dari warisan iman Gereja, sekaligus menjadi inspirasi bagi umat Katolik untuk terus terlibat dalam karya-karya belas kasih.
Harapan ke Depan
Melalui Maria di Atas Perahu, masyarakat diajak untuk tidak melupakan sejarah, tetapi justru belajar darinya. Kisah para pengungsi Vietnam menjadi pengingat bahwa di tengah badai kehidupan, iman dan harapan tetap menjadi pegangan utama.
Website ini terbuka bagi siapa saja yang ingin membaca, belajar, dan terinspirasi dari kisah-kisah yang disajikan.*
Daftar Isi Artikel
- Pengalamanku Bersama Stane Salobir, Insinyur Jerman di Galang
- Perjalananku ke Galang, Dirampok Perompak Thailand
- Cerita Don Hardy; Saya Tidak Akan Pernah Bisa Melupakan Galang
- Cintaku Kandas, Selamat Tinggal Galang, Selamat Tinggal Guruku
- Selamat Tapi Kami Diperas, Banyak yang Tewas di Kapal
- Wawancara dengan Istri Duta Besar Belanda di Pulau Galang
- Natal Para Pengungsi Vietnam di Pulau Galang
- Legio Mariae di Vietnam: Eksodus Iman, Kerasulan Awam, dan Jejak Rohani di Pulau Galang
- Gereja Katolik dalam Penanganan Pengungsi Vietnam di Pulau Galang (1979–1996)
- Mantan Pengungsi Galang Jadi Pastor: Bicara Tentang Pastor Gildo Dominici SJ
- Dari Laut Penuh Badai ke Pulau Harapan
- Dadaku Sesak Mengenang Kembali Galang
- Galang, Satu Masa Satu Kehidupan; Tanah Airku Dimana?
- Majalah Tự Do, Narasi Kebebasan di Balik Kawat Berduri Kamp Pengungsian Galang
- Puisi Mantan Pengungsi: “Galang, Hujan yang Jatuh”
- Pastor Padmo Setelah 32 Tahun, Tetap Segar dan Sukacita
- Bertemu Kembali Pastor Padmo, Terharu Mengenang Galang
- Pastor Gildo Dominici, Orang Kudus dari Galang in Memoriam
- Lê Đình Dỹ, Dari Pengungsi Galang Menjadi Ilmuwan Dunia
- Patung Maria di atas Perahu dan Eskatologi Pengungsi Vietnam di Pulau Galang
- Ngoc Huynh Pham: Kisahku di Pulau Galang
- Suara Hati Pengungsi: Musim Semi Ini Aku Tak Akan Pulang (8/12/2026)
- Pelayanan Pastor Sugondo, SJ dalam Krisis Kemanusiaan Pengungsi Vietnam di Pulau Galang (1979–1996)
- Jejak Pengungsi Kamboja di Pulau Galang
- Puisi: Nguyễn Hiền Quý Nhân – Mimpi Lembut di Galang
- Pastor Gildo Dominici SJ – Gembala bagi Para Pengungsi di Pulau Galang
- Pastor Gildo Dominici SJ dan Fenomenologi Pelayanan Pengungsi di Pulau Galang
- Tidak Mau Kembali ke Vietnam, Kisah Bunuh Diri dalam Kenangan Sang Fotografer
- Puisi Pengungsi – Trish Pham, 23 Oktober 2023
- Puisi Pengungsi – Manh Phuong 24 Desember 2025
- Mary Tran, Kenangan Bulan Maria di Pulau Galang
- Prajurit Maria di Garis Depan China dan Vietnam, Pastor Aedan McGrath, SSC
- Kisah Minh Lê, Perempuan Vietnam Melarikan Diri dari Rezim Komunis Totaliter
- Perang Sipil Vietnam, Eksodus Manusia Perahu, dan Spiritualitas Maria di Pulau Galang
- Tessera Legio Maria di Wisata Ziarah “Maria di Atas Perahu” Galang, Batam
- (A history of) containment on Galang Island
- Pastor Rolf Reichenbach SSCC dan Pengungsi Vietnam Galang Gelombang Pertama
- Salam Maria
- Mengapa Banyak Pengungsi Vietnam, Termasuk di Galang adalah Orang Katolik?
- P3V dan Jenderal Leonardus Benny Moerdani dalam Pengelolaan Kamp Vietnam di Pulau Galang









Be First to Comment