Press "Enter" to skip to content

Stella Maris Batam Selenggarakan Misa dan Seminar Hari Pelaut Sedunia 2026

Share this:

Stella Maris Batam kembali menyelenggarakan Peringatan Hari Pelaut Sedunia dengan Misa dan Seminar bekerjasama dengan Paroki St Damian Bengkong. Meskipun secara internasional Hari Pelaut Sedunia diperingati setiap 25 Juni, perayaan di Batam diselenggarakan pada 2 Juli 2026 melalui rangkaian Misa Syukur dan Seminar Kemaritiman, yang diikuti sekitar 300 keluarga pelaut, Keluarga Pelaut Kerahiman Ilahi Batam (KPKIB), tim Stella Maris Batam, serta umat yang memberikan perhatian terhadap kehidupan para pekerja maritim.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, didampingi 10 imam konselebran. Dalam homilinya, Mgr. Adrianus menegaskan bahwa Gereja hadir untuk berjalan bersama para pelaut yang selama ini menjadi “urat nadi” perdagangan dunia, tetapi sering kali harus menghadapi kesepian, keterpisahan dari keluarga, serta berbagai tantangan kehidupan di laut.

Mengacu pada pesan Kardinal Michael Czerny, SJ, Prefek Dikasteri untuk Promosi Pembangunan Manusia Seutuhnya, dalam Pesan Hari Minggu Laut 2026 berjudul “Beyond Cargo and Commerce: The Human Face of the Sea”, Uskup Adrianus mengingatkan bahwa para pelaut tidak boleh dipandang hanya sebagai bagian dari sistem logistik global, tetapi pertama-tama sebagai pribadi manusia yang memiliki martabat luhur.

“Di balik kapal-kapal yang menghubungkan dunia terdapat manusia-manusia yang memiliki keluarga, harapan, ketakutan, dan pengorbanan. Gereja ingin memastikan bahwa mereka tidak pernah merasa dilupakan,” ungkap Mgr. Adrianus, menggemakan pesan Kardinal Czerny.

Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertema “Menjembatani Samudra: Merawat Kedekatan Keluarga di Era Maritim Digital”, yang menghadirkan berbagai narasumber dari Gereja, dunia industri, perlindungan anak, dan sektor maritim.

Narasumber Seminar Hari Pelaut Sedunia 2026 di Batam

Sesi pertama dibawakan oleh RP Marius Rewa, CS, yang mengangkat tema “Panggilan Gereja dalam Dunia Maritim”. Ia menegaskan bahwa pelayanan Gereja kepada pelaut merupakan bagian dari misi menghadirkan kasih Kristus bagi mereka yang hidup jauh dari keluarga dan sering kali berada dalam situasi penuh risiko. Pelayanan pastoral tidak hanya diwujudkan melalui kunjungan ke kapal, tetapi juga melalui pendampingan keluarga pelaut agar tetap memiliki daya tahan spiritual dan emosional.

Pada sesi berikutnya, Marco Lau Santosa, Founder & CEO Naremax Studio, membahas “Navigasi Keluarga Pelaut: Infrastruktur Digital dan Literasi Keuangan.” Ia menjelaskan bahwa era digital membuka peluang besar bagi keluarga pelaut untuk tetap terhubung melalui teknologi komunikasi, layanan perbankan digital, hingga pengelolaan keuangan yang lebih baik. Namun, ia juga mengingatkan berbagai risiko seperti penipuan digital, pencurian data, investasi bodong, serta perilaku konsumtif yang perlu diantisipasi melalui peningkatan literasi digital dan keuangan.

Marco menutup presentasinya dengan sebuah refleksi yang mendapat apresiasi peserta: “Kesejahteraan sejati keluarga pelaut tidak ditentukan oleh besarnya kiriman dana dari tengah samudra, melainkan seberapa bijaksana kita mengemudikannya di darat.”

Sementara itu, Riri Siti O. Malikah, Vice President of Services (Asia) di The Centre for Child Rights and Business, mengangkat tema “Merawat Komunikasi dengan Anak Kita.” Ia menyoroti bahwa tantangan terbesar keluarga pelaut bukan sekadar keterpisahan secara fisik, tetapi bagaimana menjaga hubungan emosional dengan anak-anak. Menurutnya, komunikasi yang efektif harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, dilakukan dengan mendengarkan secara aktif, menyediakan waktu berkualitas, serta memastikan anak tetap merasa dicintai meskipun orang tua berada jauh di laut.

Melengkapi perspektif tersebut, Christopher Nugroho, dari Indonesian Boating Industry Association (IBIA) sekaligus Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden RI, memaparkan perspektif industri perkapalan dan wisata bahari. Ia menegaskan bahwa transformasi maritim Indonesia tidak cukup hanya membangun kapal, pelabuhan, atau marina, tetapi juga harus membangun kesejahteraan manusia yang bekerja di dalamnya. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan kru kapal yang lebih fokus, meningkatkan keselamatan pelayaran, dan pada akhirnya memperkuat industri maritim nasional secara berkelanjutan.

Direktur Stella Maris Batam RP Ansensius Guntur CS menyampaikan terimakasih kepada Uskup Pangkalpinang yang berkenan memimpin perayaan Ekaristi dan mengikuti seminar hingga penutup. Tak lupa ia menyampaikan terimakasih kepada panitia yang terdiri dari Relawan Muda Stella Maris Batam.

Ketua Panitia Hari Pelaut Sedunia 2026 Sofia Sowo Fitriani Maing turut menyampaikan syukur karena acara berjalan dengan lancar dan juga kemurahan hati tuan rumah Paroki St Damian yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.*

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *