Press "Enter" to skip to content

Meriah dan Syahdu, Tokoh-tokoh Lintas Agama Hadiri Pentahbisan Imam SCJ di Nusa Tunggal

Share this:

Belitang III, OKU Timur — Perayaan tahbisan imam  Hati Kudus Yesus (SCJ) di Gereja St. Pius X Nusa Tunggal berlangsung meriah sekaligus penuh kekhidmatan pada Rabu, 29 April 2026. Sejak pukul 07.30 WIB, umat dari berbagai wilayah di OKU Timur telah memadati area gereja untuk mengikuti perayaan Ekaristi ini.

Tepat pukul 09.30 WIB, perayaan Ekaristi tahbisan dimulai dan berjalan dengan lancar serta khidmat. Lebih dari 4.000 umat hadir bersama kurang lebih 170 imam dari wilayah Keuskupan Agung Palembang dan sekitarnya. Seluruh rangkaian liturgi berlangsung tertib, didukung oleh petugas liturgi serta koor yang telah dipersiapkan dengan apik.

Dalam perayaan tersebut, Diakon Fransiskus Dedy Saputra secara resmi ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo. Dalam ritus tahbisan, ia mengucapkan janji kesetiaan kepada uskup sebagai pemimpin Gereja, serta kepada pimpinan Kongregasi SCJ sebagai bentuk komitmen dalam hidup imamat biarawan.

Umat memadati tenda di luar gereja St Pius X Nusa Tunggal

Dalam sambutannya, Romo Dedy dengan penuh haru mengenang perjalanan panggilannya yang tidak selalu mudah. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo yang telah berkenan mentahbiskannya, mengingat Uskup Agung Palembang sedang dalam kondisi sakit. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada kedua orang tua, para guru, formator di seminari, serta seluruh umat Stasi Nusa Tunggal yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini dengan sangat baik.

“Refleksi saya kemudian saya tuangkan dalam sebuah lagu ini… Saya minta anggota koor untuk membantu saya…” Romo Dedy kemudian menyanyikan lagu bersama anggota koor.

Sambutan panitia yang diwakili oleh Kepala Desa Nusa Tunggal, Suyanto, S.Pd.I, mengungkapkan kesiapan penuh masyarakat sejak awal menerima informasi bahwa tahbisan akan dilaksanakan di desa mereka. “Ketika Romo Paroki, Romo Sukadi menyampaikan, waktu itu langsung saya jawab siap siaga..” Ia juga menekankan bahwa perayaan ini menjadi simbol kerukunan, karena turut dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama, mulai dari Islam, Hindu, Buddha, hingga kehadiran ibu-ibu Muslimat NU yang ikut menyambut para tamu dengan penuh keramahan.

Sementara itu, Provinsial SCJ Indonesia, Pater Andreas Suparman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada umat Stasi Nusa Tunggal atas persiapan yang dinilai sangat luar biasa. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengumumkan bahwa imam baru, Romo Dedy, akan menjalani perutusan di Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Gumawang.

Kades Nusa Tunggal, Suyanto, S.Pd.I menyampaikan sambutan mewakili Panitia

Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo dalam sambutannya menyampaikan ucapan proficiat kepada imam baru, keluarga, Stasi Nusa Maju, Stasi Nusa Tunggal, Paroki Tegalrejo, hingga Keuskupan Agung Palembang serta Kongregasi SCJ. Ia juga berpesan agar imam yang baru ditahbiskan senantiasa menjadi tanda kehadiran Tuhan di tengah masyarakat.

Perayaan tahbisan ini tidak hanya menjadi momen penting bagi Gereja Katolik, tetapi juga menjadi gambaran nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama di OKU Timur. Desa Nusa Tunggal sendiri telah dikenal sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Pada Desember 2020, desa ini secara resmi ditetapkan sebagai Desa Kerukunan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten OKU Timur.

Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo, Rm. Fransiskus Dedy Saputra SCJ bersama tokoh Agama dan Muspika

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *