Anggota Komisi I DPR RI akan bahas penguatan regulasi dan perlindungan pekerja maritim dalam Seminar Internasional Stella Maris Batam
Perlindungan terhadap awak kapal perikanan (AKP) menjadi salah satu isu penting yang akan dibahas dalam Seminar Internasional dan Misa Minggu Migran dan Pengungsi 2026 yang digelar Stella Maris Batam, Minggu, 20 September 2026 nanti, di Pacific Palace Hotel, Batam.
Salah satu narasumber yang akan hadir adalah Yulius Setiarto, S.H., M.H., Anggota Komisi I DPR RI. Kehadiran Yulius menjadi penting di tengah momentum ratifikasi Konvensi ILO No. 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan, yang telah dilakukan Indonesia melalui Perpres No. 25 Tahun 2026.
Yulius sebelumnya menilai ratifikasi Konvensi ILO 188 merupakan sebuah kemajuan, tetapi sekaligus membawa pekerjaan besar bagi pemerintah. Menurutnya, setelah ratifikasi diperlukan aturan teknis yang kuat agar perlindungan terhadap awak kapal perikanan tidak berhenti pada tataran normatif.
Dalam dialog yang digelar ILO dan Stella Maris di Batam tahun lalu, Yulius juga menyoroti pentingnya memperkuat perlindungan negara bagi warga Indonesia yang bekerja di perairan internasional. Isu tersebut sangat relevan dengan kondisi pekerja maritim Indonesia yang menghadapi berbagai risiko, mulai dari persoalan ketenagakerjaan, keselamatan, hingga kerentanan terhadap eksploitasi.
“Dari ratifikasi menuju implementasi” menjadi salah satu pertanyaan penting yang akan dibawa dalam forum Stella Maris Batam. Bagaimana memastikan aturan yang telah disahkan benar-benar menghadirkan perlindungan bagi AKP? Bagaimana pembagian kewenangan antar-lembaga dapat dibuat lebih jelas? Dan bagaimana negara memastikan proses perekrutan dan penempatan berlangsung secara aman, transparan dan tidak membebani calon pekerja?
Stella Maris Batam melihat momentum ratifikasi ILO 188 sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPR, lembaga internasional, organisasi pekerja, perusahaan perekrutan dan masyarakat sipil. Salah satu gagasan yang akan didorong adalah pembentukan Port Welfare Committee atau Komite Kesejahteraan Pelabuhan sebagai forum lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja maritim.
Seminar Internasional tersebut mengangkat tema “Dari Kerentanan Menuju Martabat: Mewujudkan Migrasi yang Aman dan Teratur.” Selain Yulius Setiarto, panel diskusi menghadirkan Jessica Sparks dari Tufts University, Rinardi dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Albert Yosua Bonasahat dari ILO Indonesia, Shafira Ayunindya dari IOM Indonesia, Ilyas Pangestu dari SPPI, Hengky Wijaya dari Asosiasi Agen Perekrut, Wahyu Susilo dari Migrant CARE, RD. Chrisantus Paschalis Saturnus dari KKP-PMP Keuskupan Pangkalpinang, serta RP. Ansensius Guntur CS dari Stella Maris.
Seminar Internasional dan Misa Minggu Migran dan Pengungsi 2026 akan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026 di Pacific Palace Hotel, Batam. Registrasi ulang dimulai pukul 13.00 WIB, dan kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB.
Pendaftaran: s.id/mmps2026






Be First to Comment