Press "Enter" to skip to content

Simposium Lintas Iman di Batam Ajak Kaum Muda Merawat Rumah Bersama

Share this:

Ratusan OMK (Orang Muda Katolik) 7 Paroki di Batam, pelajar, mahasiswa, pemuda lintas iman  menghadiri Simposium Ekologi Integral Lintas Iman yang diselenggarakan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAAK) Kevikepan Kepri, Keuskupan Pangkalpinang, Sabtu (3/10), di Ballroom SMA Yos Sudarso, Batam Center.

Mengusung tema “Kita dan Tanggung Jawab Merawat Rumah Bersama”, simposium menjadi ajang perjumpaan lintas iman untuk berdialog, berbagi perspektif, dan membangun kepedulian bersama terhadap persoalan lingkungan.

Melalui pendekatan Ekologi Integral peserta diajak memahami bahwa krisis lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan alam, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kemiskinan, ketidakadilan, gaya hidup, serta relasi manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Ketua Komisi HAAK Kevikepan Kepri, RP Ansensius Guntur, CS, menegaskan bahwa lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui batas agama dan identitas.

Bumi adalah rumah bersama. Perbedaan agama dan kepercayaan bukan penghalang untuk bekerja sama, tetapi menjadi kekayaan yang dapat memperkuat kepedulian kita terhadap lingkungan dan kehidupan.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan kaum muda dalam membangun persaudaraan lintas iman melalui aksi nyata.

Simposium menghadirkan Prof. Dr. Mgr. Adrianus Sunarko, OFM sebagai Keynote Speaker serta tokoh-tokoh lintas agama dan kepercayaan sebagai panelis; KH. Dr. M. Zaenuddin, S.SI., M.Sc dari tokoh Islam, RP. Siprianus, ST.,SS.CC tokoh Katolik, Pinandita Made Karmawan, S.Ag dari Hindu, Pdt. Aurelius S Wilhelm dari Protestan, Romo Suwarno, ST.,MM dari Buddha, Sudarjo Lorenz Zhu dari Konghucu.*

Laporan: Bernard, Batam
Editor:costmust

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *