Press "Enter" to skip to content

Bernardino, Ketua Panitia Dialog Lintas Iman Batam: Tokoh Agama Adalah Benteng Pertama Lawan Perdagangan Orang

Share this:

Ketua Panitia Dialog Kebangsaan Lintas Iman, Bernardino Ginting, menegaskan bahwa rumah ibadah dan komunitas keagamaan harus menjadi “benteng pertama” dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah keluarga. Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan dialog bertajuk “Sinergi Lintas Iman Memutus Mata Rantai Perdagangan Orang” yang digelar di Batam, Minggu (8/2).

Orang Muda Katolik (OMK) paroki Kerahiman Ilahi dan Relawan Muda Stella Maris Batam ini, menegaskan bahwa perdagangan orang adalah tragedi kemanusiaan yang menuntut keberanian moral lintas iman dan generasi.

Dalam sambutan pembukaan, Bernardino menekankan bahwa wilayah Batam dan Kepulauan Riau tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis, tetapi juga rawan menjadi jalur sindikat perdagangan orang lintas negara.

“Batam dan Kepulauan Riau bukan hanya wilayah peluang, tetapi juga wilayah yang rentan membuka celah bagi jaringan perdagangan orang. Ini bukan sekadar isu hukum atau statistik kriminal, melainkan tragedi kemanusiaan yang merampas kebebasan dan menghancurkan harapan,” tegas Bernardino dalam sambutannya

Bernardino menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan pernyataan sikap moral bersama untuk membela martabat manusia.

“Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk berdiskusi, tetapi untuk menyatakan sikap moral bersama. Hati nurani kita sebagai kaum beriman dipanggil untuk bersuara ketika martabat manusia diperlakukan seperti barang dagangan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perbedaan iman tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam membela korban perdagangan orang, karena seluruh agama menjunjung tinggi nilai luhur martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan.

Sebagai representasi kaum muda, Bernardino menyoroti peran strategis organisasi kepemudaan, komunitas iman, dan rumah ibadah dalam mencegah perdagangan orang.

“Rumah ibadah, komunitas keagamaan, dan organisasi kepemudaan dapat menjadi benteng pertama pencegahan perdagangan orang  tempat edukasi diberikan, kewaspadaan ditumbuhkan, dan korban didampingi dengan kasih,” katanya

Dalam pesan reflektifnya, Bernardino menyampaikan bahwa iman yang sejati harus berpihak pada kemanusiaan, dan tidak boleh berhenti pada doa semata. Ia berharap dari Batam lahir model sinergi lintas iman yang konkret dan berkelanjutan, yang mampu menjadi benteng kemanusiaan nasional di wilayah perbatasan.

Pada, Minggu (8/2), bertempat di Hotel Pasific, Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Kevikepan Kepulauan Riau menginisiasi kegiatan Dialog Kebangsaan peran tokoh Agama dalam pencegahan TPPO. Hadir dalam kegiatan ini para tokoh agama Katolik, Islam, Kristen Protenstan, Buddha, dan Hindu. Tak kurang dari 150 peserta lintas iman hadir dalam kegiatan ini.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *