Press "Enter" to skip to content

BHINNEKA TUNGGAL IKA DAN COVID-19

Share this:

Oleh: Ni Komang Sri Silviani Dewi

Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan dari bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika bermakna “Berbeda-beda tapi tetap satu jua”, semboyan ini dibuat untuk mempersatukan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari yang berbeda usia sampai berbeda Agama, dari beragam suku, adat istiadat, bahasa, ras, dan kebudayaan.

Prinsip-prinsip yang melatar belakangi Bhinneka Tunggal Ika salah satunya yaitu persamaan secara umum.

Artinya masyarakat Indonesia mengetahui bahwa setiap perbedaan pasti ada sebuah persamaan.

Dengan itu, perbedaan yang dapat menimbulkan perdebatan hingga menjadi konflik yang akan dapat diakhiri dengan adanya persamaan.

Selain itu, Bhineka Tunggal Ika juga memiliki sifat formalitas, yang dimana masyarakat harus memberi rasa hormat serta rukun kepada masyarakat lainnya, dengan itu akan muncul istilah bermasyarakat.

Prinsip yang lain yaitu bersifat enklusif, artinya bahwa setiap orang baik kelompok, suku, maupun organisasi di Indonesia diperlakukan sama.

Yang terakhir, yaitu prinsip yang bersifat konvergen yang dimana orang bisa berfikir dewasa dalam menghadapi perbedaan pendapat atau pun perbedaan suku, ras, dan budaya.

Sementara, saat ini Indonesia telah diserang oleh wabah virus yang sering disebut dengan Covid-19.

Di Indonesia wabah ini telah menyebar dan menjangkiti puluhan ribu orang bahkan ratusan ribu di dunia.

Penyebaran virus ini sangat cepat, mulai dari kontak dengan orang yang sudah positif virus.

Penyebab penyebaran ini dapat terjadi karena kegiatan sosial yang tidak bisa dihindari. Rumitnya penanganan wabah ini menyebabkan pemerintah menerapkan berbagai kebijakan agar virus ini tidak menyebar luas.

Namun hal tersebut malah tidak berpengaruh terhadap sebagian masyarakat, banyak masyarakat yang masih berkerumunan dengan melakukan kegiatan-kegiatan tertentu.

Seharusnya kita sebagai masyarakat jika tidak ingin terkena virus maka ikutilah anjuran dari pemerintah agar kita selamat. Menjaga diri sendiri dengan melakukan karantina mandiri sangat penting dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Bayangkan saja jika seseorang sudah terkena virus tersebut lalu ia pergi ke pasar, maka sebagian orang yang kontak langsung dengan orang yang telah terkena virus tersebut juga akan ikut terkena. Maka dari itu sayangilah diri anda dengan tetap dirumah saja.

Kembali ke semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, seharusnya kita sadar akan pentingnya persatuan.

Persatuan untuk melawan Covid-19 agar tidak menyebar luas. Dengan adanya semboyan tersebut kita sudah mempunyai modal untuk bangkit bersama melawan Covid-19.

Bersatu, bergerak bersama, lawan Covid-19 demi kemajuan Indonesia agar tidak terpecah-belah.

Melawan Covid-19 ini diperlukan suatu rasa keinginan. Keinginan untuk diam di rumah dan melakukan segala kegiatan di rumah demi menjaga keamanan dan membatasi agar Covid-19 itu tidak menyebar.

Masih banyak masyarakat yang kurang paham akan pentingnya menjaga diri dan belum mengetahui bagaimana berbahayanya Covid-19 ini.

Seperti yang pernah penulis lihat banyak orang masih melakukan upacara pernikahan atau pemakaman dan berkerumunan dengan tidak menjaga jarak, ada pula sebagian orang yang tidak memakai masker.

Dengan itu penulis sangat mengharapkan kesadaran dari masyarakat untuk selalu menjaga jarak aman dan tetap menggunakan masker saat bepergian. Karena kesehatan kita adalah nyawa kita sendiri.

Dengan semboyan bangsa Indonesia mari kita bersama-sama bersatu untuk melawan Covid-19, jangan biarkan saudara-saudara kita satu persatu menghilang karena adanya Covid-19 ini, mari ciptakan persatuan dengan tetap di rumah agar Covid-19 cepat berlalu.

Ni Komang Sri Silviani Dewi adalah Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Bali, Komunitas Penulis Art & Culture Manado-Bali

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *