Press "Enter" to skip to content

Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi bersama 6 Organisasi Jalin Kerja Sama dengan Bawaslu

Share this:

KOTA BEKASI – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas demokrasi melalui kerja sama strategis dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pengawasan Partisipatif dan Edukasi Kepemiluan pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Kota Bekasi. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat keterlibatan generasi muda untuk mencegah pelanggaran pemilu, meningkatkan literasi politik masyarakat, serta mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, transparan, dan berintegritas.

Penandatanganan MoU tersebut merupakan bagian dari penguatan sinergi Bawaslu Kota Bekasi bersama unsur perguruan tinggi dan tujuh organisasi kemahasiswaan serta kepemudaan (OKP). Selain Pemuda Katolik, organisasi yang terlibat meliputi GMNI, HMI, PMII, GMKI, IMM, dan KAMMI, bersama unsur kader Pendidikan Pengawas Partisipatif Kota Bekasi.

Bagi Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi, momentum Hari Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi peringatan historis, tetapi juga panggilan bagi generasi muda untuk menerjemahkan semangat persatuan dan tanggung jawab kebangsaan ke dalam tindakan nyata. Salah satunya melalui partisipasi aktif dalam menjaga demokrasi dan memastikan hak politik setiap warga negara terlindungi.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi, Andri Andreas Saragih, S.H., menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan kesiapan organisasinya untuk terlibat dalam program pengawasan partisipatif.

Menurutnya, generasi muda harus mengambil bagian dalam proses demokrasi, bukan hanya hadir sebagai pemilih saat pemungutan suara. Pemuda juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat, mengawal pelaksanaan pemilu, serta mendorong terciptanya budaya demokrasi yang sehat.

Melalui kerja sama ini, Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi berkomitmen memperkuat kapasitas kader dalam memahami regulasi kepemiluan, mengenali potensi pelanggaran, serta berpartisipasi dalam edukasi dan pengawasan pemilu di tengah masyarakat.

Ruang lingkup kolaborasi mencakup pencegahan politik uang, politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), pemantauan kampanye di media sosial, pengawasan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), serta perlindungan hak politik kelompok rentan.

Kerja sama yang direncanakan berlangsung selama empat tahun ini juga mencakup penguatan kajian kepemiluan, pertukaran narasumber, pelibatan kader dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memperkuat jangkauan pengawasan pemilu.

Jhonny menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak cukup hanya dilakukan melalui fungsi kelembagaan, tetapi juga perlu dibangun melalui komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Pengawas pemilu tidak hanya dituntut menjalankan fungsi pengawasan secara kelembagaan, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat, membuka ruang komunikasi, serta mendengarkan aspirasi dan keluhan warga,” ujar Jhonny.

Pandangan tersebut menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis dalam memperluas pendidikan politik dan mendorong masyarakat agar berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagi Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk menerjemahkan nilai-nilai keadilan sosial, kejujuran, solidaritas, dan tanggung jawab kebangsaan ke dalam gerakan yang nyata. Komitmen tersebut juga sejalan dengan semangat menjadi 100% Katolik dan 100% Indonesia, yakni menghadirkan nilai-nilai iman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pemuda Katolik meyakini bahwa demokrasi yang berkualitas tidak dapat dibangun oleh penyelenggara pemilu semata. Dibutuhkan partisipasi masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan seluruh elemen bangsa untuk memastikan proses demokrasi berjalan secara bertanggung jawab.

Melalui kerja sama ini, Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi berharap lahir semakin banyak kader muda yang kritis, berintegritas, dan berani memperjuangkan keadilan, sekaligus mampu menjadi agen edukasi kepemiluan di lingkungan masing-masing.

Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa persatuan bukan hanya tentang menyatukan perbedaan, melainkan juga tentang mengambil tanggung jawab bersama untuk menjaga masa depan bangsa. Salah satu wujud nyatanya adalah mengawal demokrasi agar tetap bersih, inklusif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *