Press "Enter" to skip to content

BULAN KITAB SUCI: SEBUAH WHATSAPP DARI TUHAN

Share this:

KATOLIKTIMES.COM – Suatu sore di bulan September, seorang pemuda yang sedang duduk di taman dekat kota sambil menikmati keindahan taman tersebut tiba-tiba saja handphone-nya bergetar tanda sebuah pesan whatsapp masuk.

Saat pemuda tersebut melihat handphone miliknya dan membuka pesan yang masuk itu, ia menjadi bingung karena pesan yang masuk tersebut dari  nomor yang tidak dikenalnya. Namun ia tetap saja membacanya.

Pesan yang masuk bertuliskan hallo,, anak muda sedang apa kamu di taman sendirian dan apa yang kamu amati?

Baca juga: KERAWAM KWI KELUARKAN BUKU PANDUAN KETERLIBATAN UMAT KATOLIK DALAM PILKADA

Whatsapp Chat Illustration. Sumber: Google

Membaca pesan tersebut ia sangat heran. Dalam hatinya pemuda itu berkata siapa sih ini tiba-tiba menanyakan hal yang demikian.

Pemuda tersebut tidak langsung membalasnya. Ia mencoba untuk mengecek profil dari nomor tersebut.

Saat dilihatnya terkejutlah pemuda itu dan bercampur perasaan heran sebab foto yang menjadi profil whatsapp nomor tersebut adalah gambar Tuhan Yesus sedang tersenyum sambil melebarkan kedua tangan-Nya yang ingin memeluk seseorang.

Karena penasaran pemuda itu pun membalasnya dan bertanya: maaf ini dengan siapa? Tak lama kemudian muncul balasan Akulah Dia sebagaimana yang kamu lihat dalam gambar yang menjadi profil-Ku.

Pemuda itu tidak percaya dan makin penasaran. Dengan nada gurauan ia membalasnya lagi: benarkah demikian? Pesannya kemudian dibalas lagi: ia… Akulah Yesus. pemuda itupun menjadi takut.

Dalam hatinya ia berkata tidak mungkin. Mana mungkin Tuhan Yesus mengirim pesan whatsapp kepadaku. Dalam kebingungan tersebut masuk lagi pesan baru: atau menurut kamu siapa yang ada dalam gambar yang kamu lihat tadi?

Pemuda itu membalasnya: Tuhan Yesus… kemudian dibalas lagi: hanya itu yang kamu tahu tentang Aku? Pemuda itu yang sejak kecil tidak pernah membaca Kitab Suci hanya memiliki gambaran bahwa Yesus hanyalah Tuhan dan itu pun ia hanya mendapat informasi dari teman-temannya dan dari kotbah-kotbah yang ia dengar setiap kali mengikuti ibadah.

Baca juga: STRES Sebagai Teman: Pentingnya Kesehatan Jiwa Dalam Memasuki Era New Normal

Ia pun menjawabnya: ia, yang aku tahu Yesus hanyalah Tuhan. Kemudian pesannya dibalas lagi. benar apa yang kamu katakan. tapi, Aku bukan hanya sebagai Tuhan.

Pemuda itu pun bertanya, jikalau kamu bukan hanya Tuhan, terus siapa lagi? pesan dari pemuda itu dibalas lagi, Aku bisa juga disebut sebagai saudara, sahabat, guru dan gembala.

Pemuda itu yang makin kebingungan kemudian membalasnya yang aku tahu sejak dahulu bahwa Engkau hanya sebagai Tuhan yang pernah hidup di dunia. Oleh karena itu aku hanya bisa menyembah Engkau sebagai Tuhan.

Tak berselang lama pesannya dijawab kembali benarlah apa yang kamu katakan, akan tetapi jika kamu hanya memiliki gambaran tentang Aku sebagai Tuhan mu, kamu akan sering ketakutan jika bertemu dengan Aku dalam doa-doamu.

Membaca balasan pesan tersebut anak muda itu terdiam dan mulai menyalahkan dirinya. Tak berselang salam ia mengetik pesan dengan bertuliskan maafkan aku Tuhanku, aku hanya memiliki satu gambaran tentang-Mu dalam hidupku. Terimakasih telah mengingatkan aku.

Setelah mengirimnya, pemuda itu mendapat balasan dari nomor yang tak ia kenal sebelumnya : anak muda jangan bersedih hati. Setelah pulang dari tempat ini bukalah buku (Kitab Suci) yang kau simpan selama bertahun-tahun lamanya. Baca dan renungkan apa yang tertulis tentang Aku dalam buku tersebut. Maka kamu akan lebih mengenal siapa Aku.

Pesan Whatsapp tersebut tidak dibalas lagi oleh pemuda tersebut dan ia langsung bergegas pulang untuk mencari buku (Kitab Suci) yang dimaksudkan tadi.

Bible Ilustration. Sumber: Google

Buku tersebut karena sudah lama disimpannya itu sudah sangat berdebu dan setiap lembaran dari Kitab Suci itu walaupun berdebu tapi masih belum kusut karena tak pernah dibacanya.

Pemuda itu membaca dan merenung setiap isi dalam Kitab Suci itu dan ia menjadi sadar bahwa Tuhan Yesus adalah sosok yang sangat dekat dengan siapapun. Ia bisa disapa sebagai, saudara, sahabat dan guru serta masih banyak lagi hal-hal lain yang ia temukan tentang Tuhan setelah membaca Kitab Suci.

Sehingga semakin hari iman nya semakin bertumbuh dan berbuah dan ia menjadi sadar akan identitasnya orang beriman yang tidak hanya mendengarkan orang lain tentang siapa itu Tuhan Yesus tapi pemuda itu memiliki gambarannya sendiri tentang Tuhan setelah membaca Kitab Suci.

Dari kisah pemuda di atas kita bisa melihat bahwa gambaran kita tentang Yesus masih sangat miskin. Sebab semua informasi tentang siapa itu Yesus tidak didapatinya secara langsung melainkan hanya  mendengarkan orang lain.

Tuhan Yesus sebenarnya adalah Tuhan yang sangat dekat dengan kita. Ia bisa disapa sebagai sahabat yang siap mendengarkan apa yang kita sampaikan kepada-Nya.

Ia bisa menjadi gembala yang selalu menuntun kita dan mencari kita saat kita tersesat. Ia adalah bisa disapa sebagai Bapa yang walaupun kita telah berbuat sesuatu yang salah kepada-Nya Ia tetap mengampuni.

Bulan September ini menjadi kesempatan bagi kita untuk semakin meningkatkan kualitas sebagai pemuda yang tidak secara dangkal mengenal Yesus tapi secara mendalam mengenal, memahami dan mengikuti apa yang Dia ajarkan dalam Kitab Suci.

Sehingga iman kristiani kita semakin kuat dan kita semakin menyadari identitas kita sebagai anak-anak Bapa yang mau mengikuti apa yang dikehendaki-Nya. Selamat merenungkan Kitab Suci di bulan yang istimewa ini.

Oleh Frater Efrianus Kaka Embu adalah seorang mahasiswa program studi filsafat keilahian di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STF-SP).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *