Press "Enter" to skip to content

NORMAL BARU, GEREJA DI JAKARTA MASIH TUTUP

Share this:

KATOLIKTIMES.COM – Jelang Normal Baru di Jakarta, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) masih menutup gereja Katolik di Ibu Kota untuk misa minggu ini.

Kendati penyelenggaraan kegiatan ibadah sudah diperbolehkan dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju normal baru. KAJ bersikap untuk melakukan pembahasan lebih lanjut protokol kesehatan.

Dilansir dari Antara, Sekjen Keuskupan Agung Jakarta, Romo Adi Prasojo mengatakan “Iya minggu ini pasti belum karena dalam pembukaan ini kami menggunakan pendekatan yang konservatif, jadi kami mesti hati-hati serta cermat,” paparnya, Jumat (5/6).

Adi mengungkapkan, penerimaan umat yang hadir ke gereja pada pembukaan pertama sebesar 25 persen menjadi salah satu bagian bahasan.

Disisi lain, Adi memastikan ibadah misa virtual masih tetap dilaksanakan dan tetap dapat diakses masyarakat seperti biasa.

Pemprov DKI Jakarta sendiri telah memperbolehkan tempat ibadah dengan kapasitas menampung orang maksimum sebesar 50 persen.

“Mulai besok (5 Juni 2020) kegiatan beribadah sudah bisa mulai dilakukan. Jadi masjid, musala, kemudian gereja, vihara, pura, kemudian kelenteng, semua sudah mulai bisa membuka, tapi hanya untuk kegiatan rutin. Mulainya besok. Dan harus mengikuti prinsip-prinsip protokol kesehatan,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Sementara itu di Vatikan, telah kembali membuka gerbangnya untuk umat dan turis sejak Senin (1/6).

Gambar: Normal Baru, Basilika Santo Petrus (CNN foto)

Nampak umat berada didalam Basilika St. Petrus dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yaitu memakai masker dan menjaga jarak.

Sebelumnya, Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi M.S.C. mengutuk keras oknum yang mencari keuntungan ditengah pandemi Covid-19.

“Mereka sekarang menjadi lebih kaya,” ungkapnya dalam Misa yang disiarkan langsung pada hari Pentakosta, 31 Mei, Katedral St. Fransiskus Xavierius, Ambon dilansir Vatican News.

Ia mengungkapkan kesedihannya karena saat bangsa Indonesia berjuang untuk menghentikan virus, ada beberapa oknum individu, politisi dan kelompok ingin pandemi terus berlanjut.

Bagi Uskup Mandagi, mereka adalah orang-orang yang haus kekuasaan dan ingin mempertahankan kekayaan yang diperoleh melalui korupsi. (KT)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *